Proses Bayi Tabung

Proses Bayi Tabung (IVF)

Sebelumnya telah di bahas tentang bayi tabung dalam pandangan islam. Nah, kali ini saya akan membagikan informasi tentang proses bayi tabung.  berikut adalah beberapa proses bayi tabung (IVF) yang dijelaskan dengan gambar.
Perjuangan Sperma Menembus Sel Telur

1
Untuk mendapatkan kehamilan, satu sel sperma harus bersaing dengan sel sperma yang lain. Sel Sperma yang kemudian berhasil untuk meneronos sel telur merupakan sel sperma dengan kualitas terbaik saat itu.

Perkembangan Sel telur

2
Selama masa subur, wanita akan melepaskan satu atau dua sel telur. Sel telur tersebut akan berjalan melewati saluran telur dan kemudian bertemu dengan sel sperma pada kehamilan yang normal. http://anehdidunia.blogspot.com


Injeksi

3
Dalam IVF, dokter akan mengumpulkan sel telur sebanyak-banyaknya. Dokter kemudian memilih sel telur terbaik dengan melakukan seleksi. sahabat anehdidunia.blogspot.com pada proses ini pasien disuntikkan hormon untuk menambah jumlah produksi sel telur. Perangsangan berlangsung 5 – 6 minggu sampai sel telur dianggap cukup matang dan siap dibuahi. Proses injeksi ini dapat mengakibatkan adanya efek samping.

Pelepasan Sel telur

4

Setelah hormon penambah jumlah produksi sel telur bekerja maka sel telur siap untuk dikumpulkan. Dokter bedah menggunakan laparoskop untuk memindahkan sel-sel telur tersebut untuk digunakan pada proses bayi tabung (IVF) berikutnya.

Spema beku

5
Sebelumnya suami akan menitipkan sperma kepada laboratorium dan kemudian dibekukan untuk menanti saat ovulasi. Sperma yang dibekukan disimpan dalam nitrogen cair yang dicairkan secara hati-hati oleh para tenaga medis.

Menciptakan Embrio

6
Pada sel sperma dan sel telur yang terbukti sehat, akan sangat mudah bagi dokter untuk menyatukan keduanya dalam sebuah piring lab. Namun bila sperma tidak sehat sehingga tidak dapat berenang untuk membuahi sel telur, maka akan dilakukan ICSI.
Embrio Berumur 2 hari

7

Setelah sel telur dipertemukan dengan sel sperma, akan dihasilkan sel telur yang telah dibuahi (disebut dengan nama embrio). Embrio ini kemudian akan membelah seiring dengan waktu. Embrio ini memiliki 4 sel, yang diharapkan mencapai stage perkembangan yang benar.

Pemindahan Embrio

8
Dokter kemudian memilih 3 embrio terbaik untuk ditransfer yang diinjeksikan ke sistem reproduksi si pasien.
Implanted fetus

9

Setelah embrio memiliki 4 – 8 sel, embrio akan dipindahkan kedalam rahim wanita dan kemudian menempel pada rahim. Selanjutnya embrio tumbuh dan berkembang seperti layaknya kehamilan biasa sehingga kehadiran bakal janin dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG seperti tampak pada gambar diatas.

http://www.anehdidunia.com/2012/07/proses-terjadinya-bayi-tabung.html

Bayi Tabung dalam Pandangan Islam

Di zaman modern ini, banyak sekali teknologi yang semakin canggih dan juga tidak sedikit akibat dari perkembangan ilmu pengtahuan dan teknologi ini yang bisa membantu manusia untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi. Seperti bayi tabung yang saat ini mulai di minati pasangan yang belum di karuniai anak. Mereka mulai mencoba program bayi tabung untuk mendapatkan keturunan. Sebenarnya, apa sih yang dinamakan bayi tabung? Dan bagaimana pandangan islam terhadap program bayi tabung tersebut?

baby

Pengertian Bayi Tabung

Bayi tabung menurut ilmu kedokteran adalah usaha manusia untuk mengadakan pembuahan dengan menyatukan atau mempertemukan antara sel telur wanita (ovum) dengan spermatozoa pria dalam sebuah tabung gelas. Proses pembuahan seperti ini disebut dengan In Vivo. Sedangkan proses pembuahan secara alamiah disebut dengan In Vitro. Bayi tabung dilakukan untuk mengatasi kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil.

Bayi tabung dapat diupayakan dengan mengambil telur (ovum) wanita, dengan menggunakan sebuah alat yang disebut “Transvaginal Transculer Ultra Sound” yang bentuknya pipih memanjang sebesar dua jari untuk orang dewasa. Perpaduan ke dua sel tersebut lalu disimpan dalam cawan pembiakan selama beberapa hari. Kemudian dipindahkan ke dalam rahim seorang ibu bila sudah kelihatan ada tanda-tanda akan menjadi bakal janin.

Hukum Bayi Tabung Menurut Pandangan Islam

Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam Muktamarnya tahun 1980 mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor sebagaimana diangkat oleh Panji Masyarakat edisi nomor 514 tanggal 1 September 1986. Lembaga Fiqih Islam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Amman tahun 1986 mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor atau ovum, dan membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum dari isteri sendiri.

Dua Hal yang Menyebutkan Bahwa Bayi Tabung Itu Halal, Yaitu : 

  1. Sperma tersebut diambil dari si suami dan indung telurnya diambil dari istrinya kemudian disemaikan dan dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.
  2. Sperma si suami diambil kemudian di suntikkan ke dalam saluran rahim istrinya atau langsung ke dalam rahim istrinya untuk disemaikan.

Hal tersebut dibolehkan asal keadaan suami isteri tersebut benar-benar memerlukan bayi tabung untuk membantu pasangan suami isteri tersebut memperoleh keturunan. Sebaliknya ada Lima hal yang membuat bayi tabung menjadi haram, yaitu :

  1. Sperma yang diambil dari pihak laki-laki di semaikan kepada indung telur pihak wanita yang bukan istrinya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.
  2. Indung telur yang diambil dari pihak wanita di semaikan kepada sperma yang di ambil dari pihak lelaki yang bukan suaminya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si wanita.
  3. Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari sepasang suami istri, kemudian dicangkokkan ke dalam rahim wanita lain yang bersedia mengandung persemaian benih mereka tersebut.
  4. Sperma dan indung telur yang disemaikan berasal dari lelaki dan wanita lain kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si istri.
  5. Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari seorang suami dan istrinya, kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya yang lain.

Berdasarkan keterangan tersebut, Jumhur ulama menghukuminya haram. Karena sama hukumnya dengan zina yang akan mencampur adukkan nashab dan akibatnya hukum anak tersebut tidak sah dan nasabnya hanya terhubung dengan ibu yang melahirkan.

Sesuai firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Q.S. Al-Isra’ : 70)

Q.S. At-Tiin ayat 4 :

لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Q.S.At-Tiin : 4)

Menurut Al-Munawar. S, ( 2004) masalah bayi tabung, jika sperma dan ovum yang dipertemukan itu berasal dari suami-isteri yang sah, maka hal itu dibolehkan. Tetapi, jika sperma dan ovum yang dipertemukan itu bukan berasal dari suami-isteri yang sah maka hal itu tidak dibenarkan bahkan dianggap sebagai perzinahan terselubung.

Rangkuman dalam fatwa MUI (fatwa MUI/13 Juni 1979) mengenai bayi tabung sebagai berikut:

  • Bayi tabung dengan sperma dan ovum suami-istri yang sah, hukumnya mubah (boleh/halal). Sebab hak ini termasuk ikhtiar atau usaha berdasarkan kaidah-kaidah agama.
  • Bayi tabung tabung dengan titipan rahim istri yang lain (misalnya dari istri kedua dititipkan pada istri pertama) ataupun dititipkan ke wanita lain selain istri, maka hukumnya haram berdasarkan kaidah fiqih “Sadd az-zari`ah” yang artinya menutup jalan yang mencapaikan kepada yang dilarang dan kemudharatan. Karena  menitipkan bayi pada rahim selain ibu yang memiliki ovum, akan menimbulkan masalah baru yang rumit berkaitan dengan masalah warisan antara si anak dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung dan melahirkan.
  • Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah fiqih “Sadd az-zari`ah ” yang artinya menutup jalan yang mencapaikan kepada yang dilarang dan kemudharatan. Sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan warisan.
  • Bayi tabung yang sperma atau ovumnya diambil dari selain pasangan suami-istri yang sah hukumnya haram, karena statusnya sama dengan hubungan kelamin antara lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina)

Referensi

http://www.blogdokter.net/2010/03/21/bayi-tabung/trackback/

http://www.halhalal.com/halal-haramnya-proses-bayi-tabung-menurut-islam/

http://www.yahanu.com/hukum-bayi-tabung-dan-inseminasi-buatan-menurut-pandangan-islam/